Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Desember 2013

Berusaha tanpa modal besar

Problem yang sering terpikirkan dalam merintis suatu usaha (apapun) adalah modal. Benar, tetapi bukan berarti ini masalah utama satu-satunya. Karena ada juga orang punya modal tapi ndak tahu mau berbuat apa dengan modal itu. Di sini yang baik untuk digali dan dikembangkan adalah kreatifitas, ide, gagasan, wawasan. Bila modal menjadi kendala, maka alternatif pilihan lain adalah mengandalkan ketrampilan/pengetahuan/sarana-prasarana yang ada.

Sekedar sebagai alternatif :
(1) kalau punya skill/ketrampilan di dunia per-komputer-an, buatlah kartu nama yang cukup apik (mungkin perlu dana sekitar 50-100 rb), tawarkan jasa pelatihan, instalasi, perbaikan, dll. lewat kartu nama tersebut. Titipkan ke rental2 komputer, warnet, warung2 fotocopy, taruh di mushola, masjid, dsb.

(2) kalau di depan rumah ada sungai dengan air mengalir cukup deras, buatlah kolam/empang di bawah teras/di depan rumah. pada kolam, buat pintu air keluar masuk agar air sungai bisa mampir "me-refresh" air kolam setiap saat. taruh beberapa bibit ikan air tawar yg cepat berkembang: ikan mas, mujahir, nila, dsb.

(3) kalau ada kenalan/teman punya counter service computer atau HP minta ijin untuk magang tanpa harus bayar dulu. selama magang, serap ilmu/ketrampilan jasa perbaikan HP/komputer tsb, baru bila sudah bisa terjun praktek langsung menangani customer, mulai membayar cicilan biaya ganti selama "kursus non formal" di tempat tsb. :) metode ini tentu memerlukan saling kepercayaan dan kebaikan hati.

(4) terapkan cara no 3 di atas untuk tempat bengkel motor, service alat2 elektronik, service arloji, home industri kerajinan tangan, dll. sesuaikan saja kondisinya.

(5) kalau "prestasi" di sekolah dulu cukup OK, buat kartu nama (perlu modal 25-100 ribu), bikin usaha les privat untuk anak2 usia sekolah. bikin promosi via koran lokal juga bagus (biaya sekitar 40 - 80 ribu).

(6) kalau punya tanah kebun cukup luas/banyak, cari kantong2 plastik, untuk tempat pembibitan tanaman bunga atau buah-buahan. mulai belajar mengelola tanaman (pembibitan, pemeliharaan, pengembangan). berikutnya coba pasarkan ke kampung, kampung sebelah, dst.

(7) cari beberapa tempat rental VCD/DVD terdekat, bilang mau membantu memasarkan via delivery/diantar ke tempat pelanggan. modalnya: sepeda/sepeda motor. buat list lengkap (yang senantiasa diperbaharui) untuk koleksi VCD/DVD nya, sebar dan berikan copyan-nya kepada pelanggan, jangan lupa sisipkan nomor kontak yang mudah dihubungi (HP/telp/pager). Keuntungan diambil dengan menambah selisih biaya asli dari rental bersangkutan.

(8) bikin masakan dengan resep spesial/unik yang belum banyak saingan, misal: Es Doger Bedugul, Es Teler 888, Kopi Nyes Jogja, Nanas Goreng Tugu Muda, Rujak Spesial Cihampelas, Nasi Kucing Stasiun Balapan, dll. coba mulai membuka kedai mini di depan rumah. modal belanja bahan, dibutuhkan sekitar 100 - 300 ribu untuk sehari. bikin spanduk promosi yang unik/kreatif, perlu biaya 75-150 ribu.

(9) Usaha (Cuci dan) Penyetrikaan Pakaian. modal kecil, cukup beberapa setrika elektrik dengan kondisi OK. bagus dicoba untuk kawasan perumahan, pemukiman padat, tempat kost/kontrakan karyawan. usulan untuk customer, pakaian (yg habis dijemur) diambil, hasil setrikaan diantar ke tempat customer.

Gimana .... tertarik? mau coba? silahkan saja

Jumat, 15 November 2013

Tips Mendapatkan Modal Usaha Gratis untuk UMKM


Pengertian Modal Usaha, Modal Usaha Percetakan, Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha, Modal Gratis Dari Broker, Modal Gratis Trading Forex, Modal Usaha Fotocopy, Modal Gratis Forex 2013, Modal Pinjaman Adalah, Modal Usaha Futsal, Modal Usaha Rental Ps3, Modal Usaha Toko Kelontong, Modal Gratis Untuk Trading Forex, Pinjaman Modal Tanpa Jaminan, Modal Pinjaman Perniagaan, Modal Usaha Laundry Kiloan, Modal Gratis Forex, Modal Usaha Cuci Mobil, Modal Pinjaman Koperasi


Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang mendapat perhatian dari pemerintah. Baik untuk pembinaan maupun pengembangannya. Termasuk memberikan modal usaha gratis bagi para pelaku UMKM. Namun sayangnya, informasi semacam ini sering tidak disebarluaskan sehingga yang dapat mengaksesnya hanya orang-orang tertentu. Padahal fasilitas yang diberikan pemerintah ini penting sekali untuk menumbuhkan enterpreuner dan wirausahawan yang tangguh di negeri ini.

Institusi Penyedia

Instansi pemerintah yang mempunyai program pembinaan terhadap UMKM sebenarnya cukup banyak. Diantaranya Kementerian Koperasi dan UKM, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Pertanian, dan Departemen Kehutanan. Begitu juga dengan Departemen Dalam Negeri maupun Kementerian Urusan Peranan Wanita juga mempunyai pos anggaran  untuk pemberdayaan potensi daerah dan kaum wanita melalui usaha mikro dan kecil.

Selain instansi pemerintah, ada juga institusi lain yang juga memberikan bantuan untuk UMKM, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semua perusahaan yang termasuk dalam BUMN harus dan wajib turut membina UMKM. Hal ini sesuai instruksi dari pemerintah yang menyerukan agar perusahaan milik negara itu memberikan 1 hingga 2 persen dari keuntungan bersihnya untuk melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Diantaranya Telkom, Pertamina, PLN, Semen Gresik, Angkasa Pura, serta perusahaan dan bank-bank pemeintah lainnya.

Hibah Bergulir

Meskipun modal usaha ini diberikan secara gratis, bukan berarti pelaku UMKM yang menerimanya tidak diminta pertanggungjawaban. Modal ini merupakan hibah bergulir, sehingga bagi UMKM yang telah berhasil dan dapat mengembalikan pinjaman, akan digunakan untuk pelaku UMKM lainnya.
Bila Anda berminat membuka atau mengembangkan usaha, berikut tips untuk mendapatkan modal usaha gratis untuk UMKM ini.

  • Datang dan mintalah informasi kepada dinas terkait tentang program pembinaan untuk UMKM ini. Pengelolaan program ini ditangani dinas di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Untuk perusahaan BUMN, Anda dapat menanyakan kepada bagian yang menangani program PKBL.
  • Setelah itu biasanya Anda akan disodori dan diminta mengisi formulir tentang data dan kondisi usaha Anda. Isilah sesuai kondisi usaha Anda yang sebenarnya. Lengkapi juga dengan lampiran yang diminta, seperti surat ijin usaha (kalau ada), pembukuan usaha, dan sebagainya.
  • Setelah semua data usaha Anda masuk, beberapa hari kemudian biasanya mereka akan melakukan kunjungan atau survei ke lokasi usaha Anda. Anda tidak perlu merubah kondisi dari yang senyatanya hanya agar permohonan bantuan Anda diterima. Anda juga tidak perlu memberikan tips atau uang transport bagi petugas yang datang. Itu sudah tugas mereka. Yang penting tidak perlu melebih-lebihkan.
  • Bantuan modal usaha yang diberikan ini biasanya disalurkan dalam beberapa bentuk, seperti bantuan uang untuk modal usaha, pelatihan, maupun fasilitas pameran. Anda bisa memberikan masukan kepada instansi atau BUMN tentang bentuk bantuan yang Anda minta. Tentunya tidak selalu harus berupa uang untuk modal.
  • Bila telah mendapatkan bantuan, Anda hanya diminta membuat laporan tentang penggunaannya dan pemanfaatannya. Laporkan apa adanya. Jangan lupa untuk selalu membangun hubungan baik karena bantuan modal usaha gratis ini diberikan tidak hanya sekali, namun bisa beberapa kali karena berkaitan dengan bentuk pembinaan terhadap perkembangan usaha kita.

Older Post ►
 

Copyright 2011 Blog abah